.

Berita Terbaru

Berita dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

POLHUT BBTNBBS DAN MITRA KERJA SELAMATKAN KUAU KERDIL SUMATERA DARI MASYARAKAT

POLHUT BBTNBBS DAN MITRA KERJA SELAMATKAN KUAU KERDIL SUMATERA DARI MASYARAKAT

Photo

Berbekal informasi dari lapangan, POLHUT Balai Besar TNBBS (Agus Hartono, Saptono, Sulki, dan Sukirno) pada hari Senin di bulan Maret 2015, mendatangi rumah masyarakat yang diduga memiliki jenis burung yang terancam punah dan jarang diperjualbelikan. Hasil identifikasi yang dilakukan diketahui bahwa burung yang dipelihara tersebut adalah Kuau Kerdil Sumatera (Polyplectron chalcurum). Burung yang merupakan salah satu jenis burung tanah itu merupakan burung endemik (burung yang hidup dan penyebarannya terbatas) di Pulau Sumatera. Dari hasil pembicaraan dengan pemilik burung, bangsa aves tersebut didapat dari Kawasan Hutan Lindung Register 30 Kotaagung secara tidak sengaja.

 
Photo

Setelah disampaikan ketentuan tentang kepemilikan satwa liar berdasarkan Undang-Undang No.5 Tahun 1990, pemilik burung dengan ikhlas menyerahkan piaraannya. Selanjutnya petugas membawa sebanyak 6 (enam) ekor burung yang terdiri dari 2 (dua) jantan dan 4 (empat) betina untuk dikembalikan ke habitat alaminya melalui pelepasliaran. Meskipun burung yang lebih banyak menghabiskan aktifitasnya di lantai hutan ini tidak dilindungi berdasarkan PP. No.7 tahun 1999, namun burung tersebut termasuk dalam status LC (least concern) menurut CITES dan akan menuju kepunahan akibat rusaknya habitat dan perburuan baik yang sengaja maupun tidak. Kuau Kerdil Sumatera berbeda dengan Kuau Raja (Argusianus argus), namun keduanya memiliki bulu yang panjang seperti halnya Merak Jawa yang biasa dikenal luas oleh masyarakat. Burung yang hidup pada ketinggian sekitar 800 m dpl tersebut, sangat sulit dikenal tanda-tanda keberadaannya. Berbeda dengan Kuau Raja yang dapat dengan mudah dikenali habitatnya. Jika kita masuk ke hutan dan ditemukan lantai hutan yang relatif bersih maka dapat dipastikan areal tersebut sebagai habitat Kuau Raja. Lantai hutan yang bersih merupakan area perkawinan (dancing ground) bagi Kuau Raja. Berdasarkan Arahan Strategis Konservasi Species Nasional 2008-2018 yang ditetapkan oleh Menteri Kehutanan melalui Peraturan Menteri Kehutanan No.P.57/Menhut-II/2008, Kuau Kerdil Sumatera termasuk jenis aves prioritas sangat tinggi. Kriteria prioritas menurut Permenhut tersebut dikarenakan siklus reproduksi lama, populasinya jarang, endemik, habitat terbatas, endemik Indonesia atau memiliki sebaran terbatas. Selanjutnya sebagian atau seluruh populasi mengalami tekanan perburuan, penangkapan dan telah menjadi komoditas perdagangan, habitat sedang atau telah mengalami kerusakan bentang alam, merupakan species kunci (keystone species), data dan informasi populasi, sebaran dan keterancaman, fungsi dalam ekosistem hilang. Berdasarkan Permenhut di atas, langkah pengelolaan yang harus dilakukan terhadap Kuau Kerdil Sumatera dari segi penelitian adalah melakukan penelitian terhadap data populasi dan penyebaran pada habitat alami mengingat data yang ada saat ini sangat terbatas. Sedangkan dari sisi perlindungan masih perlu upaya penyadartahuan kepada masyarakat sekitar dan pemanfaatan lestari yang dilakukan oleh masyarakat diperlukan sistem insentif. Ordo : Galliformes Famili : Phasianidae Jenis : Polyplectron chalcurum, Lesson 1883 Nama Indonesia : Kuau Kerdil Sumatera Ditulis oleh : Tri Sugiharti,S.Hut, Hagnyo Wandono dan Susan Saputri

 

Actions: E-mail | Permalink |

Post Rating